Ahli K3 Indonesia

Kemnaker RI · Wilayah Batam

Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kelas D di Batam

Pendaftaran dan konsultasi pelaksanaan Petugas Peran Kebakaran Kelas D untuk profesional dan perusahaan di Batam. Program ini relevan bagi kebutuhan kawasan industri dan manufaktur Kepulauan Riau dan mengacu pada Kepmenaker No. Kep.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran.

Estimasi Biaya

Rp 4.750.000

Durasi

3 hari

Sertifikasi

Kemnaker RI

Kebutuhan Petugas Kebakaran (DAMKAR) di Batam

Batam dikenal sebagai kawasan industri dan manufaktur Kepulauan Riau. Kondisi operasional tersebut memerlukan personel yang memahami pengendalian bahaya, kepatuhan dokumen, inspeksi, dan tindakan perbaikan sesuai bidang k3 umum & spesialis.

Materi dan hasil pembelajaran

Pelatihan dan sertifikasi Petugas Peran Kebakaran Kelas D selama 3 hari untuk pencegahan, penanganan api awal, penggunaan APAR, prosedur darurat, dan evakuasi di tempat kerja. Pembelajaran menggabungkan regulasi Kepmenaker No. Kep.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran, studi kasus yang relevan dengan karakter industri Batam, praktik atau simulasi, serta persiapan evaluasi sertifikasi.

Ruang lingkup Petugas Kebakaran (DAMKAR)

Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kelas D membekali tenaga kerja untuk menjadi bagian dari unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Program menekankan pencegahan kebakaran, pengenalan bahaya, penggunaan alat pemadam awal, prosedur darurat, komunikasi, pengamanan lokasi, serta dukungan evakuasi. Berdasarkan data program, durasi pelatihan adalah 3 hari dengan harga Rp4.750.000. Sertifikasi Petugas Peran Kebakaran Kelas D adalah keluaran yang perlu dibedakan dari pelatihan. Pelatihan membangun pengetahuan dan keterampilan, sementara evaluasi atau mekanisme sertifikasi mengikuti ketentuan program dan pihak berwenang. Peserta tidak boleh dijanjikan otomatis lulus atau otomatis menerima lisensi; hasil dan penerbitan dokumen mengikuti proses yang dikonfirmasi. Kepmenaker Nomor Kep.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja menjadi dasar utama. Kemnaker masih mencantumkan aturan ini sebagai berlaku. Unit penanggulangan kebakaran terdiri dari petugas peran kebakaran, regu penanggulangan kebakaran, koordinator unit, dan ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran. Kepmenaker 186/1999 menetapkan petugas peran kebakaran sekurang-kurangnya dua orang untuk setiap 25 tenaga kerja. Perencanaan kebutuhan personel juga perlu memperhatikan tingkat risiko bahaya kebakaran, jumlah pekerja, unit kerja, shift, luas lokasi, layout, dan ketentuan spesifik perusahaan. Jangan mengandalkan satu orang untuk seluruh fasilitas. Petugas Kelas D berperan dalam respons dasar kebakaran. Regu penanggulangan kebakaran Kelas C, koordinator unit Kelas B, dan Ahli K3 Spesialis Penanggulangan Kebakaran Kelas A memiliki fungsi serta tanggung jawab berbeda. Halaman ini menjelaskan struktur agar perusahaan memilih pelatihan yang tepat, bukan menganggap Kelas D sebagai pengganti seluruh unit kebakaran. Pencegahan kebakaran dimulai dengan mengendalikan bahan mudah terbakar, sumber penyalaan, kelistrikan, pekerjaan panas, housekeeping, penyimpanan, akses, dan peralatan proteksi. Petugas mempelajari cara mengenali kondisi tidak aman, melaporkan temuan, dan membantu memastikan tindakan koreksi dilakukan. Respons terbaik terhadap kebakaran adalah mencegah api mulai terjadi. Teori api membantu peserta memahami bahan bakar, panas, oksigen, dan reaksi berantai pembakaran. Pemadaman dilakukan dengan menghilangkan atau mengendalikan salah satu unsur tersebut sesuai jenis kebakaran dan media pemadam yang tepat. Kesalahan memilih media dapat memperburuk situasi, sehingga klasifikasi kebakaran dan penggunaan APAR harus dipahami sebelum praktik. Klasifikasi kebakaran menjelaskan karakter bahan yang terbakar dan membantu menentukan cara penanganan. Peserta mempelajari contoh kebakaran bahan padat, cairan mudah terbakar, gas, peralatan listrik berenergi, logam tertentu, atau minyak masak sesuai konteks tempat kerja. Klasifikasi serta rekomendasi media perlu mengikuti standar, label APAR, prosedur lokasi, dan pelatihan instruktur. Alat Pemadam Api Ringan atau APAR merupakan alat respons awal pada api yang masih dapat dikendalikan. Peserta belajar mengenali jenis media, label, kelas kebakaran, masa inspeksi, segel, pressure gauge bila ada, hose, nozzle, pin, lokasi penempatan, akses, serta batas penggunaan. APAR tidak digunakan bila api terlalu besar, asap berbahaya, jalur keluar tidak aman, atau personel belum mampu bertindak. Inspeksi APAR memeriksa keterlihatan, akses, penandaan, kondisi fisik, segel, pin, indikator tekanan bila tersedia, hose, label, tanggal pemeriksaan, dan bukti pemeliharaan. Petugas peran kebakaran membantu menemukan kondisi tidak aman dan melaporkannya kepada pihak yang bertanggung jawab. Inspeksi tidak sama dengan servis teknis; perbaikan dilakukan oleh pihak berwenang. Sistem proteksi kebakaran dapat mencakup APAR, alarm, detektor, hydrant, sprinkler, fire pump, sistem komunikasi, pencahayaan darurat, dan rambu. Kelas D perlu memahami fungsi dasar, keterbatasan, lokasi, cara melaporkan gangguan, dan prosedur saat sistem aktif. Operasi teknis hydrant atau sistem khusus tidak boleh diasumsikan termasuk dalam setiap pelatihan Kelas D. Pekerjaan panas seperti pengelasan, pemotongan, gerinda, atau penggunaan sumber nyala memerlukan pengendalian bahan mudah terbakar, izin kerja, fire watch, alat pemadam, ventilasi, pembatasan area, dan pemeriksaan setelah pekerjaan. Petugas Kelas D dapat mendukung pengawasan sesuai prosedur, tetapi izin kerja serta pengendalian teknis mengikuti sistem perusahaan. Housekeeping membantu mencegah kebakaran dengan mengendalikan sampah, kemasan, debu, tumpahan, penyimpanan bahan, akses ke APAR, jalur evakuasi, dan area listrik. Bahan mudah terbakar perlu disimpan, diberi label, dipisahkan, dan ditangani sesuai karakteristiknya. Jalur keluar tidak boleh menjadi area penyimpanan. Saat terjadi kebakaran, komunikasi cepat dan jelas menentukan keselamatan. Peserta mempelajari alarm, pemberitahuan, kode atau kontak darurat, pelaporan lokasi, jenis bahaya, kondisi korban, jalur akses, dan koordinasi dengan petugas terkait. Informasi harus singkat, faktual, dan tidak menunda evakuasi. Evakuasi dilakukan melalui jalur yang aman sesuai prosedur darurat. Petugas membantu mengarahkan orang dan barang sesuai tugas yang ditetapkan, menjaga ketertiban, mencegah penggunaan lift bila dilarang, dan memastikan informasi diteruskan kepada koordinator. Assembly point atau titik kumpul digunakan untuk pendataan; peserta tidak boleh kembali ke area sampai ada otorisasi. Assembly point perlu aman dari sumber bahaya, mudah diakses, cukup luas, dan memiliki sistem pendataan. Prosedur mencakup siapa melakukan roll call, bagaimana melaporkan orang yang belum terdata, bagaimana mengelola pengunjung atau kontraktor, dan siapa berkomunikasi dengan respons eksternal. Titik kumpul yang tidak dipraktikkan dalam drill sering gagal saat benar-benar diperlukan. Fire emergency plan mengatur peran, alarm, komunikasi, pemadaman awal, evakuasi, pertolongan pertama, koordinasi eksternal, akses kendaraan pemadam, pengamanan lokasi, dan pemulihan awal. Petugas Kelas D perlu tahu batas tindakan: keselamatan jiwa dan jalur keluar lebih penting daripada menyelamatkan aset. Api yang tidak aman untuk ditangani harus segera dieskalasi. Praktik pemadaman membantu peserta memahami posisi tubuh, jarak aman, arah angin, metode pengoperasian APAR, pembatasan media, komunikasi tim, dan kapan mundur. Latihan dilakukan dalam skenario terkendali dengan alat dan instruktur yang sesuai. Praktik tidak berarti peserta boleh bertindak di luar prosedur atau mencoba memadamkan kebakaran besar. Simulasi kebakaran atau fire drill menguji alarm, komunikasi, waktu respons, jalur evakuasi, assembly point, peran petugas, akses sistem, serta penanganan orang yang membutuhkan bantuan. Hasil drill harus dicatat dan menghasilkan tindakan perbaikan, bukan hanya foto kegiatan. Variasi skenario membuat tim lebih siap menghadapi kondisi nyata. Setelah kejadian, area perlu diamankan, korban ditangani, informasi dilaporkan, dan bukti dijaga sesuai prosedur. Investigasi mencari fakta dan penyebab agar kejadian tidak terulang. Pemulihan mencakup evaluasi sistem proteksi, penggantian APAR yang digunakan, perbaikan fasilitas, komunikasi pembelajaran, dan pembaruan rencana darurat. Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kelas D relevan untuk tim damkar perusahaan, security, satpam, maintenance, fasilitas, warehouse, pabrik, operasional, dan anggota tim tanggap darurat. Berdasarkan data program, peserta minimal SMP/SMA/SMK sederajat dan sehat jasmani serta rohani. Persyaratan akhir perlu diverifikasi sebelum pendaftaran. Dokumen yang disebutkan program meliputi ijazah, KTP, surat keterangan sehat, dan pasfoto. Peserta harus mengonfirmasi daftar final, jadwal pelatihan petugas kebakaran Kelas D, lokasi, metode, biaya, fasilitas, evaluasi, sertifikat, kartu lisensi bila ada, dan masa proses penerbitan. Jangan menganggap setiap batch memiliki keluaran identik. In-house training petugas kebakaran dapat membantu perusahaan melatih tim sesuai lokasi kerja, layout, APAR, jalur evakuasi, risiko, dan shift. Perusahaan perlu memastikan area praktik aman, jumlah peserta, peralatan, izin, instruktur, skenario, dan proses sertifikasi jika dibutuhkan. Pelatihan in-house tidak mengurangi kewajiban standar atau evaluasi. Sertifikat pelatihan atau lisensi dapat mendukung bukti pembinaan kompetensi, tetapi tidak menjamin kebakaran dapat selalu ditangani, tidak menjamin pekerjaan, dan tidak menggantikan unit kebakaran lengkap atau sistem proteksi. Perusahaan tetap bertanggung jawab atas pencegahan, fasilitas, pemeliharaan, risiko, prosedur, dan latihan berkelanjutan. Halaman ini secara alami menargetkan pelatihan petugas peran kebakaran kelas D, sertifikasi petugas peran kebakaran kelas D, pelatihan damkar Kelas D Kemnaker, biaya, jadwal, syarat, APAR, evakuasi, dan in-house training. Konten menghindari duplikasi dengan program regu Kelas C, koordinator Kelas B, ahli K3 kebakaran Kelas A, atau halaman teknisi fire system. Bahaya kebakaran dapat meningkat karena perubahan proses, penambahan bahan, renovasi, perubahan layout, pekerjaan kontraktor, perubahan shift, atau sistem proteksi yang tidak berfungsi. Petugas Kelas D membantu mengamati perubahan tersebut dan memastikan informasi diteruskan kepada penanggung jawab. Pengendalian perubahan penting agar fire emergency plan, jalur evakuasi, rambu, APAR, dan daftar petugas tetap sesuai kondisi lokasi. Pemeriksaan jalur evakuasi mencakup akses pintu, rambu, pencahayaan, pintu darurat, koridor, tangga, area bebas hambatan, dan titik kumpul. Jalur yang aman pada gambar belum tentu aman saat ada material, renovasi, atau aktivitas operasi. Petugas perlu melaporkan hambatan dan tidak mengunci atau menghalangi jalur keluar tanpa pengendalian yang tepat. Sistem alarm perlu dapat didengar atau dikomunikasikan kepada seluruh orang yang berisiko, termasuk pekerja di area bising, pengunjung, kontraktor, pekerja shift, dan orang dengan kebutuhan khusus. Prosedur harus menjelaskan siapa mengaktifkan alarm, siapa menghubungi bantuan, informasi apa yang disampaikan, dan bagaimana status evakuasi dilaporkan. Latihan membantu menemukan kelemahan ini. Penggunaan APAR memerlukan pemilihan media yang cocok dan posisi aman terhadap api, asap, arah angin, serta jalur keluar. Petugas tidak memadamkan api dari posisi yang menjebak atau ketika asap, panas, bahan berbahaya, atau ukuran api melebihi kemampuan respons awal. Keselamatan jiwa, alarm, evakuasi, dan panggilan bantuan harus didahulukan. Perusahaan perlu menjaga catatan inspeksi, latihan, pelatihan, temuan, perbaikan, kondisi APAR, dan pembaruan prosedur. Rekaman membantu menunjukkan proses pembinaan dan memastikan tindakan tidak terlewat. Dokumen tidak menggantikan kesiapan nyata; catatan harus sesuai aktivitas yang benar-benar dilakukan dan dapat ditelusuri. Kebakaran pada area kantor, gudang, pabrik, dapur, laboratorium, ruang listrik, area bahan bakar, dan proyek konstruksi dapat memiliki sumber serta pengendalian berbeda. Program Kelas D memberikan fondasi, sedangkan prosedur lokasi harus melengkapi pelatihan dengan informasi spesifik tentang bahan, mesin, tata letak, dan respons eksternal. Pelatihan dan sertifikasi petugas kebakaran harus disertai pembinaan lanjutan di tempat kerja. Induksi, briefing, drill, inspeksi, evaluasi, dan perbaikan memastikan keterampilan tidak hilang setelah sertifikat diterima. Perusahaan perlu menugaskan peran secara jelas dan memastikan jumlah petugas cukup pada setiap shift. Halaman ini juga menjawab pencarian biaya pelatihan petugas kebakaran Kelas D, jadwal sertifikasi damkar Kelas D, syarat, dokumen, in-house training, APAR, dan evakuasi. Informasi transaksi harus selalu diperbarui dari batch nyata agar halaman tidak menjadi konten jadwal fiktif atau promosi tipis. Pelatihan Petugas Peran Kebakaran Kelas D dan sertifikasi Petugas Peran Kebakaran Kelas D perlu dipilih berdasarkan kebutuhan nyata tempat kerja. Sebelum mendaftar, perusahaan memastikan jumlah peserta, tingkat risiko, shift, ketersediaan APAR, jalur evakuasi, prosedur darurat, dan integrasi peserta ke dalam unit penanggulangan kebakaran. Pendekatan ini membuat pembinaan menjadi bagian dari pengendalian risiko, bukan hanya pemenuhan administrasi.

Kurikulum dan unit pembelajaran

Modul 1: Dasar Regulasi dan Unit Penanggulangan Kebakaran

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 2: Teori Api dan Klasifikasi Kebakaran

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 3: Pencegahan Kebakaran di Tempat Kerja

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 4: APAR dan Media Pemadam

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 5: Inspeksi APAR serta Sistem Proteksi

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 6: Pekerjaan Panas dan Bahan Mudah Terbakar

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 7: Housekeeping dan Pengendalian Sumber Bahaya

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 8: Prosedur Darurat Kebakaran

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 9: Alarm, Komunikasi, dan Pelaporan

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 10: Evakuasi dan Assembly Point

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 11: Pengenalan Hydrant, Alarm, Detektor, dan Sprinkler

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 12: Praktik Pemadaman Api Awal

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 13: Simulasi Fire Drill

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 14: Penanganan Pasca Insiden

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Modul 15: Evaluasi dan Sertifikasi Petugas Kebakaran Kelas D

  • Tujuan dan peran petugas Kelas D
  • Bahaya dan pengendalian sesuai modul
  • Prosedur kerja aman
  • Komunikasi serta pelaporan
  • Latihan atau studi kasus
  • Evaluasi pemahaman peserta

Syarat peserta dan dokumen

Minimal berijazah SMP/SMA/SMK sederajat dan sehat jasmani serta rohani sesuai data program. Persyaratan akhir, kebutuhan surat tugas, dan ketentuan sertifikasi perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara.

  • Fotokopi ijazah terakhir
  • Fotokopi KTP
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Pasfoto latar merah ukuran 3x4 sesuai data program
  • Surat tugas atau dokumen tambahan bila diminta
  • Dokumen sesuai ketentuan penyelenggara dan proses sertifikasi

Tahapan sertifikasi

  1. Konsultasi kebutuhan pelatihan atau sertifikasi Petugas Peran Kebakaran Kelas D.
  2. Pengumpulan dan verifikasi dokumen peserta.
  3. Konfirmasi jadwal, biaya, lokasi, fasilitas, evaluasi, penerbit, dan keluaran.
  4. Pembekalan teori pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
  5. Praktik penggunaan APAR dan simulasi sesuai skenario aman.
  6. Ujian atau evaluasi sesuai proses program.
  7. Penyampaian hasil dan tindak lanjut bila berlaku.
  8. Penerbitan sertifikat atau lisensi sesuai hasil serta ketentuan yang telah dikonfirmasi; tidak ada jaminan otomatis lulus atau diterbitkan.

Pilihan pelaksanaan

Peserta dapat memilih batch publik, kelas blended, atau in-house training di fasilitas perusahaan. Format in-house membantu perusahaan menyesuaikan studi kasus dengan risiko tempat kerja dan jadwal operasional tim.

Pertanyaan peserta di Batam

Berapa biaya pelatihan Petugas Kebakaran (DAMKAR) di Batam?

Estimasi investasi mulai Rp 4.750.000. Harga final mengikuti metode kelas, jumlah peserta, fasilitas, dan skema pelaksanaan perusahaan.

Berapa lama pelatihan Petugas Kebakaran (DAMKAR)?

Durasi program adalah 3 hari, termasuk pembekalan, praktik atau studi kasus, dan evaluasi sesuai ketentuan Kemnaker RI.

Apakah sertifikat berlaku di luar Batam?

Ya. Sertifikasi diterbitkan melalui skema Kemnaker RI dan berlaku secara nasional sesuai ruang lingkup program serta ketentuan penerbit.

Apa itu Petugas Peran Kebakaran Kelas D?

Untuk apa itu petugas peran kebakaran kelas d?, peserta perlu mengikuti prosedur perusahaan dan ketentuan program yang dikonfirmasi. Prinsip utamanya adalah pencegahan, pengenalan kondisi tidak aman, komunikasi cepat, pengguna…2497 tokens truncated…ningkat, dan pelaporan kepada pihak yang berwenang. Konfirmasi jadwal, biaya, dokumen, evaluasi, sertifikat, lisensi, serta masa berlaku secara tertulis kepada penyelenggara.

Apa itu assembly point?

Untuk apa itu assembly point?, peserta perlu mengikuti prosedur perusahaan dan ketentuan program yang dikonfirmasi. Prinsip utamanya adalah pencegahan, pengenalan kondisi tidak aman, komunikasi cepat, penggunaan alat pemadam hanya pada api awal yang aman ditangani, evakuasi bila risiko meningkat, dan pelaporan kepada pihak yang berwenang. Konfirmasi jadwal, biaya, dokumen, evaluasi, sertifikat, lisensi, serta masa berlaku secara tertulis kepada penyelenggara.

Bagaimana prosedur evakuasi kebakaran?

Untuk bagaimana prosedur evakuasi kebakaran?, peserta perlu mengikuti prosedur perusahaan dan ketentuan program yang dikonfirmasi. Prinsip utamanya adalah pencegahan, pengenalan kondisi tidak aman, komunikasi cepat, penggunaan alat pemadam hanya pada api awal yang aman ditangani, evakuasi bila risiko meningkat, dan pelaporan kepada pihak yang berwenang. Konfirmasi jadwal, biaya, dokumen, evaluasi, sertifikat, lisensi, serta masa berlaku secara tertulis kepada penyelenggara.

Apa tugas security saat kebakaran?

Untuk apa tugas security saat kebakaran?, peserta perlu mengikuti prosedur perusahaan dan ketentuan program yang dikonfirmasi. Prinsip utamanya adalah pencegahan, pengenalan kondisi tidak aman, komunikasi cepat, penggunaan alat pemadam hanya pada api awal yang aman ditangani, evakuasi bila risiko meningkat, dan pelaporan kepada pihak yang berwenang. Konfirmasi jadwal, biaya, dokumen, evaluasi, sertifikat, lisensi, serta masa berlaku secara tertulis kepada penyelenggara.

Konsultasi Pendaftaran & In-House Training Batam

Daftar Pelatihan Petugas Kebakaran (DAMKAR) di Batam Sekarang

Dapatkan informasi jadwal batch terbaru, penawaran harga khusus corporate, dan silabus resmi Kemnaker RI / BNSP.